|
24 September 2011
Alhamdulillah, telah genap 3 tahun (Januari 2008 - Febuari 2011) SMA Negeri 1 Krangkeng telah terjangkau internet, walaupun harus susah payah mengumpulkan energi dan dana, kalau saja tidak ada dukungan masyarakat terutama orang tua siswa dan komite mungkin
sampai saat ini Sekolah masih belum terjangkau internet, namun berkat kepala sekolahm guru, siswa dan semua komponen yang memandang arti pentingnya informasi akhirnya dapat terwujudnya juga. Kami masih ingat, sebelum speedy menjamur dimana-mana, kami berpikir bagaimana menghadirkan internet di tengah-tengah kita. tak tanggung tanggung betapa usaha keras try and error.
Tahun 2006 kami masih ingat bagaimana mencoba beberapa layanan internet yang sudah ada, diantara layanan internet seluler ex el, sempatie, indocat, eciah, flexi. Layanan tersebut hanya mampu disharing 2-4 komputer, itupun hanya untuk browsing saja. Tahun 2008 kami berlangganan internet dedikated 128KBp yang bisa disharing 5 komputer, kini tahun 2011 kami upgrade menjadi 2MB yang terbagi 1MB untuk wifi, dan 1MB untuk Lokal, dengan bandwith sebesar itu mampu melayani sampai dengan 20 komputer pada waktu bersamaan. Kami berlangganan ISP dengan error dibawah 3%.
Banyak keuntungan yang bisa diambil dengan berlangganan internet, yang palin utama adalah untuk pembelajaran, karena mau tidak mau siswa harus dikenalkan selain itu pula untuk keperluan kantor dan dinas, dan yang terakhir melayani siswa kelas XII melakukan pendaftaran online ke perguruan tinggi. Untuk biaya berlangganan bandwith itu bergantung dari jumlah yang dikontrak. Sebagai contoh bila ingin berlangganan 512KBps (Bener-bener kecepatannya 512KBps bukan hanya dalam teori) ini cukup untuk sharing 5 komputer dipakai 24 jam non stop dengan biaya Hanya Rp 750.000,- per bulan net, atau ingin 1MB (nyata 1mb bukan terori) bisa dengan biaya Rp. 1.200.000 memang lebih mahal jika dibanding dengan biaya berlangganan paket tetapi berbanding terbalik dengan kualitas jaringan, kita akan mendapat kualitas jaringan dengan error di bawah 3% itu berdasarkan pengalaman yang kami coba. Cocok untuk semua bisnis, seperti warnet, sekolah, lembaga pemerintah, pribadi dlsb.Bila pembaca tertarik bisa menghubungi Admin.
Selain itu pula, tanpa adanya website tentu jaringan internet yang sudah ada tidak bisa dimaksimalkan, jauh sebelum 2006 kami sudah berpikiran ke sana, masih jamannya internet dial up telkomnet instant, kami sudah berpikir untuk membuat sebuah website, kami tanya sana sini bagaimana cara membuat website, kamudian baru pada tahun 2008 kami sudah mempunyai website dengan biaya yang cukup besar kurang lebih 2jt/tahun. Untuk apakah biaya sebesar itu, pertam kita harus membeli doman berkisar 100-200/tahun kemudian selanjutya menyewa layanan hosting sekitar Rp. 1,5jt/tahun, belum cukup sampai situ kita juga harus mensetting agar bisa maksmimal sesuai dengan yang diharapkan. Selang berjalanya waktu kami mencari informasi tentang pembuatan website dengan biaya terjangkau, setelah menemukan layanan yang dimaksud tepat Tahun 2010 kemaren kami berhenti berlangganan domain sch.id dan berganti dengan domain org, lebih user friendly dengan terindeks ke google lebih baik. Biaya yang dikeluarkan 'hanya' Rp 330.000/tahun untuk hosting dan domain, kita tinggal kelola tanpa memikirkan bagaimana membeli hosting/domain, tanpa memikirkan bagaimana mensettingnya, semuanya tinggal kelola. yang perlu lebih lanjut dilakukan adalah mempercantik tampilan web dengan berbagai fasilitas yang ada, dengan layanan yang baru kami bisa menekan biaya yang dibutuhkan. Bila pembaca tertarik untuk memiliki sebuah website baik sekolah, pribadi, toko ataupun website lainnya bisa menghubungi Admin.



